10/03/2008

Posted by Unknown | File under :
huh.... mo digimanain lagi... kemarin udah istirahat buat hari ini biar bisa siap siap buat pulang kampung ke pekalongan malah akhirnya g' jadi hari ini, dasar emang dah kebiasaan mengulur ulur waktu :oops: (emang dah budaya mungkin yach :evil:)

padahal bisa dibilang hari ini hari yang juga penting untuk saya agar pulkam, haduh haduh.......... :cry:

kronologi :

pagi-pagi benar sekitar jam 04.30 WIB saya beranjak dari tempat tidur, mematikan alarm dan bergegas ke keran terdekat untuk mengadu mengadu pada Sang Kuasa, setelah itu untuk mengisi kegiatan saya yang lainnya saya sempatkan untuk menilik website yang saya kelola (http://www.iami.or.id) untuk sedikit meng input data.

09/03/2008

Posted by Unknown | File under :
sudah lama rasanya saya gabung di blogger, tapi baru akhir akhir ini aja melirik kembali blog saya yang disini (sebenarnya bukan subdomain mamatto.blogspot.com yang pertama, melainkan sohibtk.blogspot.com (subdomain site ini sudah saya hapus), membuatnya saja iseng, juga waktu itu saya sama sekali tidak mengetahui source code lay out dan lainnya dari blogger :D

01/03/2008

Posted by Unknown | File under : ,
Abu Nawas memang terkenal kecerdikannya. Dari kalangan istana sampai ke desa, tak ada orang yang tak tahu Abu Nawas. Suatu hari Raja Harun hendak mengadakan pesta ulang tahun kerajaan. Baginda ingin rakyatnya juga ikut merayakan dan merasa senang di hari bahagia itu.

Di hari yang telah ditentukan, rakyat dikumpulkan depan balairung istama. Baginda lalu berdiri dan berkata, "Rakyatku tercinta, hari ini kita mengadakan pesta ulang tahun kerajaan. Aku akan memberi hadiah kepada para fakir miskin. Aku juga akan memberikan pengampunan kepada tahanan di penjara, dengan mengurangi hukuman tersebut setengah dari sisa hukumnya," begitu sabda Baginda Harun Al Rasyid dengan arif.

Kemudian para pengawal membagi-bagikan hadiah tersebut kepada fakir miskin. Usai itu, Raja lalu memanggil para tahanan.

"Sofyan berapa tahun hukumanmu?" tanya Baginda. Sofyan pun menjawab, "Dua tahun Baginda."

"Sudah berapa tahun yang kamu laksanakan?" tanya Baginda lagi.

"Satu tahun Baginda," sahutnya.

"Kalau begitu, sisa hukumanmu yang satu tahun aku kurang setengah tahun sehingga hukumanmu tinggal 6 bulan lagi," tegas Baginda.

Selanjutnya, dipanggillah Ali. "Berapa tahun hukumanmu?" Baginda bertanya.

Dengan nada sedih, Ali menjawab, "Mohon ampun sebelumnya Baginda, hamba dihukum seumur hidup."

Mendengar jawaban Ali tersebut, Baginda menjadi bingung. Ditengah kebingungannya, beliau teringat dengan Abu Nawas.

"Abu, ini ada masalah mengenai hadiah pengampunan bagi Ali. Dia dihukum seumur hidup sedang aku berjanji akan memberikan pengampunan setengah dari sisa hukumannya, padahal aku tidak tahu sampai umur berapa Ali hidup. Sekarang aku minta nasihatmu bagaimana caranya memberi pengampunan kepada Ali dari sisa hukumannya," jelas Baginda.

Mendengar hal tersebut, Abu Nawas pun dibuat bingung. Dia berpikir, apa bisa mengurangi umur orang, padahal dia sendiri tidak tahu sampai berapa umurnya. "Hamba minta waktu Baginda!" ujar Abu.

Oleh Baginda, Abu Nawas diberi waktu sehari semalam. "Bila besok kamu tak bisa memberikan jawabannya, kamu akan menggantikan hukuman si Ali," begitu perintah Baginda.

Sampai di rumah, Abu Nawas pun berpikir keras menemukan pemecahan masalah tersebut. Dia tak bisa tidur memikirkannya. Namun setelah beberapa waktu, tampak Abu Nawas senyum-senyum kelihatan gembira. Abu Nawas lalu masuk ke rumah dan tidur dengan nyenyak.

Pagi-pagi sekali, Abu Nawas telah bangun. Setelah mandi dan sarapan, Abu Nawas pergi menuju istana. "Hamba sudah mendapatkan cara untuk memecahkan masalah si Ali," jawab Abu Nawas saat menghadap Baginda.

"Kalau memang sudah temukan caranya, cepatlah utarakan kepadaku," kata Baginda tak sabar.

"Begini Baginda, sebaiknya si Ali berada diluar penjara dan bisa bebas selama satu hari, lalu besoknya dimasukkan kedalam penjara juga selama satu hari. Lusa juga bebas sehari, begitu berlangsung selama umur si Ali."

"Ehm...he..he.." Baginda Harun tersenyum. "Kamu memang pandai Abu. Kalau begitu kamu juga akan aku beri hadiah, yaitu sekantung keping emas." Raja Harun lalu memerintahkan pengawalnya agar mengambil sekantung keping emas di tempat penyimpanannya. Lalu diberikan kepada Abu Nawas..
Posted by Unknown | File under : ,
Siang itu Abu Nawas sedang susah. Satu2-nya baju yg dimiliki Abu Nawas robek besar karena tersangkut kayu pintu rumahnya sendiri. Untuk memperbaiki baju itu pun, Abu Nawas malas karena robeknya lumayan besar.

Lagipula baju itu sudah sangat jelek, banyak tambalan kecil di sana-sini. Sedang untuk beli baju baru, Abu Nawas tidak punya uang. Tapi Abu Nawas -seperti biasa- tidak pernah kehilangan akal.

Sorenya, Abu Nawas pergi ke toko pakaian. Dipilihnya salah satu baju yg agak bagus dan mahal. Tapi dia memilih warna kuning yg tidak disukainya serta motif kotak2 yg norak. Dibawanya baju itu ke sang penjual. “Baju ini bagus bahannya tapi aku tidak suka warna dan motifnya, bisakah kau carikan aku alternatif lain?”

Walaupun agak pesimis melihat tampilan Abu Nawas, si penjual tetap dgn ramah menawarkan baju lain yg lebih murah berwarna putih polos, “Bagaimana kalo yg ini, Tuan? Harganya lebih murah daripada yg itu, tapi warnanya bagus dan cocok untuk Tuan.”

Abu Nawas mengambil baju tsb dan pura2 menimbang-nimbang. “Hmmm… boleh juga. Baiklah, kalo begitu aku tukar aja baju ini“, sambil meletakkan baju yg tidak disukainya, “dgn baju ini“, lanjut Abu Nawas sembari mengambil baju yg ditawarkan si penjual, “apa boleh?”

Karena si penjual tidak yakin Abu Nawas akan mampu membayar baju yg mahal itu, tentu saja si penjual dgn senang hati mengijinkan. “Tentu boleh, Tuan. Pembeli adalah raja!” ujar si penjual sambil tersenyum lebar.

Terima kasih, tolong dibungkuskan ya“, kata Abu Nawas tanpa menawar lagi.

Si penjual pun dgn sigap membungkus baju tsb dan menyerahkannya pada Abu Nawas. “Harganya hanya dua puluh ribu rupiah saja, Tuan“, si penjual meminta uang pembayaran pada Abu Nawas.

Loh, kenapa aku harus membayar baju ini?“, Abu Nawas pura2 protes.

Tuan kan sepakat beli baju ini, ya harus bayar dong“, jawab si penjual, agak bingung.

Gini ya… tadi aku kan mau beli baju kuning itu, tapi aku gak suka warnanya dan kau mengijinkan aku untuk menukarnya dengan baju putih ini“, Abu Nawas beralasan.

Iya… berarti Tuan harus bayar baju putih ini.“

Lah… baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju yg kuning tadi, kenapa harus bayar lagi?“

Iya… tapi… baju yg kuning tadi juga belum Tuan bayar“, si penjual jadi agak bingung.

Loh… kenapa aku harus bayar baju kuning itu? Kan aku tidak jadi beli itu. Kenapa aku harus bayar barang yg tidak jadi aku beli?“

Nah, berarti Tuan bayar baju putih ini.“

Gimana sih? Baju putih ini kan sudah aku tukarkan dgn baju kuning tadi!“

Si penjual pun kebingungan. Dengan santai dan senyum simpul, Abu Nawas meninggalkan toko pakaian dan penjualnya sambil membawa bungkusan baju putih di tangan yg diperolehnya secara gratis.

Ada yg bisa bantu si penjual pakaian?
Posted by Unknown | File under : ,
Raja: Hai abunawas! engkau terkenal cerdik & pandai, aku ingin melihat itu, kalau engkau benar2 hebat, maka buatlah gajah kesayanganku ini mengangkat kakinya, terserah kaki yg mana, kemudian buatlah jg dia menggelengkan kepalanya. Kalau kau berhasil, maka akan ku kabulkan apapun permohonanmu, karena siapapun di negeri antah berantah ini tdk ada yg dpt melakukannya.

Abunawas: Baiklah baginda.
(maka dengan akal cerdiknya abunawas mendekati sang gajah yg berkelamin laki2 itu, dan... menarik kemaluannya, maka !!!AaAaUuuu!!!... sang gajah terkejut & sedikit kesakitan & mengangkat2 kakinya.)

Raja: Berikan tepuk tangan buat Abunawas!... Eit! jangan senang dulu kamu! selesaikan saja yg berikutnya.

Abinawas: Siap baginda.
(lagi2 Abunawas mendekati sang gajah, dan berbisik ditelinganya 'hai gajah dongo! apa mau yg seperti tadi lagi?!'... sang gajah pun dengan keras menggeleng2kan kepalanya).

.....Sang Raja & seluruh rakyat yg menyaksikan melongo & terdiam kagum melihat kehebatan Abunawas.
Posted by Unknown | File under : ,
Suatu kala abunawas berkelana mengelilingi dunia, dan tibalah ia di suatu kota yang tidak ada penduduk laki-lakinya. Karena hari sudah malam dan tidak ada satupun penginapan yang mau menerimanya, maka dengan sangat terpaksa akhirnya ia menumpang bermalam disebuah biara yang semuanya wanita.

Pada awalnya sang pemimpin biara menolak kehadiran abunawas tersebut, tapi karena rasa kemanusiaan akhirnya abunawas diperbolehkan menginap hanya satu malam dengan syarat harus hati2 jangan sampai ketahuan oleh biarawati2 yang lain dan ia harus tidur digudang penyimpanan makanan.

Akhirnya ia pun tidur digudang dengan segala perbekalan yang ia bawa. Karena sudah 5 hari tidak mandi abunawas merasa bau badannya seperti bau terasi, dan ia pun nekat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Abunawas pun pergi kekamar mandi dengan langkah yg sangat hati2 sekali.

Ketika abunawas hendak gosok gigi tiba2 seorang biarawati yang sangat cantik dan sangat lugu masuk kekamar mandi, abunawas pun tersentak kaget, ia langsung mengangkat kedua tangannya dan diam seperti patung. Dengan rasa keheranan biarawati itupun memegang-megang abunawas yang menyerupai patung tersebut. Dalam hatinya patung apa ya ini??? Kenapa kepala biara naruh disini ya??? Apa ini yang namanya dewa penjaga kamar mandi ya???

Pada puncak keheranannya biarawati tersebut melepas handuk yang menutupi sebagian tubuh abunawas. Ia kaget setengah mati karena burungnya abunawas tiba2 bangun, lalu dipegang-peganglah anunya abunawas tersebut.

Karena tidak tahan dgn rasa yang sulit dibayangkan itu, tiba2 sikat gigi yang dipegangnya itu jatuh. Dengan perasaan aneh bercampur senang biarawati itu menatap si abunawas dan iapun berkata “oh dewa engkau memang mengerti kebutuhanku, engkau memberiku sikat gigi disaat sikat gigi punyaku rusak. Terima kasih dewa.. terima kasih 3x”.

Biarawati tiu segera keluar dari kamar mandi dan menceritakan seluruh kejadian kepada salah satu kawannya. Dengan rasa tidak percaya maka biarawati keduapun segera masuk kekamar mandi. Didalam kamar mandi abunawas yg hendak melanjutkan menyikat gigi walaupun tanpa sikat gigi (pake tangan, red) kembali kaget dengan masuknya biarawati yg lain, dan iapun kembali mematung seperti semula.

Biarawati yg ini tanpa basa-basi langsung mememgang anunya si abunawas seperti anjuran temannya tsb. Hampir sama dengan kejadian pertama, karena tidak tahan dengan rasa yg super enak tersebut maka kali ini odol siabunawas jatuh. Sang biarawati itupun merasa kegirangan dan langsung menyembah-nyembah si abunawas, sambil berkata “terima kasih dewa..terima kasih.. Dewa tau aja odol saya sudah abis.

Terima kasih 3x”, lalu iapun segera keluar dari kamar mandi tersebut. Tanpa sengaja hal tersebut telah diketahui oleh biarawati lain yang terkenal paling iseng. Iapun langsung masuk kekamar mandi dan langsung melakukan seperti apa yang dilihatnya barusan. Karena sudah tidak pegang apa2, abunawas pun hanya bisa menahan rasa geli yg super dahsyat itu.

Lama kelamaan biarawati terakhir rupanya jengkel juga, karena sudah lama ia pegang2 kok tidak dikasih apa2. Dengan rasa kesalnya maka iapun mengocok anunya siabunawas, dan karena sudah tidak tahan lagi maka abunawaspun melepaskan tembakan yang sudah lama ia tahan2 dari tadi. Crot..crot..crot..kena mukanya biarawati tersebut.

Tapi sungguh heran tiba2 biarawati itu loncat kegirangan, sambil berkata “hore..hore..gue dapet shampo..gue dapet shampo”….